Permasalahan ekonomi yang terjadi di Kelurahan Pattingalloang tidak terlepas dari praktek punggawa (rentenir). Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan yang tentunya pendapatan bergantung pada musim melaut, yang ada kalanya nelayan mengalami masa paceklik. Di masa itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan terbatasnya pendapatan, maka hadirlah punggawa menawarkan pinjaman dana kepada para nelayan. Namun, dengan liciknya punggawa menjerat nelayan dengan memberikan syarat jaminan pengembalian pinjaman bahwa ketika memperoleh hasil tangkapan laut, nelayan harus menjualnya kepada punggawa dengan harga yang telah ditentukan (berada jauh di bawah harga pasar). Praktek punggawa ini makin memperburuk kondisi ekonomi nelayan.
Buruknya kondisi perekonomian ini kemudian berdampak lebih lanjut pada permasalahan sosial berupa KDRT, dimana nelayan melampiaskan keterpurukan kepada istri dan anaknya, kemudian permasalahan pendidikan (meningkatnya angka putus sekolah) serta masalah kesehatan (meningkatnya angka gizi buruk karena ketidakmampuan penyediaan makanan layak). Kondisi permasalahan kompleks ini yang harus diselesaikan segera.
Pada tahun 2014 PT Pertamina Patra Niaga IT Makassar hadir bersinergi dengan KWN Fatimah Az Zahra untuk mendorong kemandirian ekonomi kelompok dan pada akhirnya dapat bermanfaat bagi penanggulangan masalahan kemasyarakatan lainnya. Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pada tahap awal ini adalah pelatihan olahan ikan dan diversifikasi produk, bantuan alat produksi untuk meningkatkan kapasitas produksi, hingga sertifikasi produk (Halal MUI dan PIRT) untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing produk. Seiring berjalannya tahun program pemberdayaan KWN Fatimah Az Zahra ini tumbuh dengan pesat dan berhasil mandiri serta ikut memandirikan masyarakat.